Ikan Discus



           Ikan Discus (Symphysodon) adalah ikan asli lembah sungai Amazon dengan genus dari cichlids. Ikan ini di sebut sebagai rajanya aquarium karena memiliki corak, warna, dan bentuk yang sangat indah. Maka, tak heran kalau Ikan Discus adalah pesaing dari ikan Arwana. Walau harganya yang cukup mahal dan perawatannya yang di bilang sulit tak mematahkan semangat para penghobi Discus. Discus memiliki beragam jenis, di antaranya :




1. Discus Blue Diamond











2. Discus Gold Yellow Diamond
















3. Discus Red Turquoise




















4. Discus Blue Turquoise

















5. Discus Red Pigeon




















6. Discus Blood Pigeon
















7. Discus Pearl Pigeon















8. Discus Leopard






















9. Discus Red Leopard















10. Discus Blue Snakeskin

















11. Discus Snakeskin Leopard



















12. Discus Blue Cobalt
















13. Discus San Merah















14. Discus Red Marlboro
















15. Discus Yellow Diamond



















16. Discus White Diamond

















17. Discus FireCracker




















19. Discus Sharkfin




















20. Discus Red Rose



22. Disus Yellow Marlboro
24. Discus Royal red

Cara Memelihara Discus :

1. Tingkat keasaman air (pH).  Sangat baik jika pH air mendekati netral. Pertahankan agar pH berada pada kisaran pH 6.0 dan 7.0. Discus akan nyaman dengan kisaran pH seperti ini.

3. Kebersihan akuarium harus selalu dijaga dengan baik. Untuk itulah seminggu sekali air harus diganti. Penggantian air hanya perlu 40 – 50 % volume air akuarium. Juga, setiap bulan air dalam akuarium beserta perlengkapan filter harus dibersihkan. Setiap pergantian air, masukkan garam ikan sebanyak 1 sendok makan. Pergantian air sendiri dilakukan untuk menghilangkan sisa-sisa kotoran seperti lendir ikan. Lendir yang tersisa sangat mudah menimbulkan bakteri ataupun penyakit.

2. Suhu air harus berada pada posisi 30 – 32 ° C. Di bawah angka tersebut, ikan akan kehilangan daya tahan tubuh. Diskus akan mudah terserang penyakit yang pada akhirnya yang didapat kematian ikan. Suhu terlalu tinggi juga mengakibatkan ikan ini tidak bertahan lama. Heater harus selalu dalam kondisi ON.

3.Jenis-jenis Pakan :
Buatan:
Pakan Komersial ialah pakan yang dibuat oleh manusia menggunakan teknologi terbaru yang memiliki kandungan nutrisi yang lengkap.Biasanya pakan ini dibungkus dalam kemasan khusus dan dapat bertahan dalam kurun waktu yang cukup lama. Namun, pakan ini akan membuat diskus membutuhkan waktu pertumbuhan yang lebih lama daripada biasanya.
Burger diskus ialah pakan hasil olahan berbagai macam bahan makanan yang akhirnya menjadi pakan dengan komposisi nutrisi yang tepat. Kandungan pada pakan ini memiliki banyak protein, mineral, sedikit lemak, sedikit karbohidrat, sedikit serat, dan vitamin.

Alami:
Infusoria dan rotifera ialah jenis mikroorganisme yang sering digunakan pada pakan burayak ikan. Kelebihan dari pakan ini ialah sangat cocok digunakan pada burayak diskus karena ukurannya yang renik.
Kutu air ialah jenis udang-udangan yang masih primitif. Kelebihan pakan ini ialah menjadi pilihan kedua setelah infusoria yang digunakan sebagai pakan burayak diskus karena ukurannya yang relative lebih kecil.
Cacing tubifex ialah nama lain dari cacing sutera. Kelebihan dari cacing ini memiliki kandungan yang kaya akan mineral, lemak dan protein. Namun, banyak yang menduga cacing ini menjadi penyumbang penyakit terbesar pada ikan karena tempat pengembang biakannya yang kotor.
Blood Worm ialah larva dari lalat Chironomus yang mengalami pembusukan hebat. Kelebihan dari pakan ini memiliki protein yang banyak dan biasanya sudah dibekukan (frozen) sehingga mudah dalam penggunaannya.
Jentik nyamuk ialah hasil penetasan dari telur yang dihasilkan oleh nyamuk kelebihan dari pakan ini ialah kandungan protein yang tinggi dan dapat dikembangbiakan sendiri melalui budi daya jentik nyamuk.
Telur Udang ialah telur udang galah dan lobster yang dikembangkan sebagai pakan ikan biasanya digunakan dalam bentuk beku. Kelebihan dari pakan ini ialah jumlah pigmen yang besar sebagai pembangkit warna alami dan pemacu kesuburan ikan.

Penyakit Pada Ikan Diskus

1. Kekurangan Oksigen
Sistem aerasi yang tidak memadai serta populasi ikan yang terlalu padat dapat menyebabkan ikan mengalami kekurangan oksigen. Cirinya adalah pernapasan ikan menjadi memburu dan mengap-mengap. Penanggulangannya adalah mengganti sistem aerasi atau mengurangi kepadatan ikan.

2. Terlalu banyak makan
Diskus yang terlalu banak makan akan menyebabkan perutna menggelembung dan susah buang air. Penyakit ini dapat ditanggulangi dengan menaikkan suhu air hingga mencapai 33oC atau dengan menambahkan 5 sendok makan garam untuk setiap 100 liter air.

3. Penyakit Insang
Penyakit insang ini menyerang pada bagian insang ikan, sehingga mengakibatkan ikan tidak bisa bernafas atau mengap-mengap. Obat yang biasa digunakan untuk mengatasi penyakit insang adalah dengan menggunakan larutan formalin 35-40%, garam dapur (NaCI), atau PK ( Kalium permanganat).

4. Keracunan obat
Keracunan obat terjadi karena pemberian obat yang melebihi dosis atau obat yang sudah kadaluarsa. Akibatnya penyakit yang diderita diskus semakin parah. Untuk mencegah penyakit ini sebaiknya pemberian obat sesuai dosis yang dianjurkan.

5. NDD (New Diskus Disease)
Penyakit NDD juga dikenal dengan nama discus plague atau velvet. Penyakit ini disebabkan oleh komplikasi beberapa bakteri dan virus. Penyebab penyakit NDD akan menembus lendir pertahanan diskus kemudian mengambil sari makanan dari sel-sel kulit yang rusak dan mengambil cairan tubuh.

Comments

Popular posts from this blog

Makalah Tentang BungTomo

Sejarah Pengukuran Konstanta Gravitasi Universal